Sabtu, 27 Juli 2013

Senja, menjelang berbuka.

Di Ramadhan ini aku serasa impoten saja, tak sanggup berereksi menikmati gumulan rahmat Tuhan yang memuncrat banyak di tiap sentuhan lembut ibadah. 
Keperkasaanku tuk menghamba serasa melemah, hingga bermalam-malam menjumpa pagi aku tak bisa berejakulasi meski tiap centi kujamahi malam bertabur pahala ini. Padahal Tarawih sudah bertebar-mekar di sudut-sudut mesjid hingga musholla, aku belum mampu berhasrat.
Kitab suci Al-Qur'an makin mempesona saja hingga di sudut-sudut rumah, namun aku masih dimabuk dunia.
Ya Allah, mohon telanjangi aku hingga dikuliti agar aku mudah kuras diri. Basahi, atau setidaknya teteskan sedikit hidayah-Mu demi luluhkan angkuh yang terlalu membatu di hatiku. Terimakasih.
Allah..., I love You.

Rabu, 24 Juli 2013

Ramadhan Kini, Dinodai Tayangan Komersil yang Inedukatif!

Tak aneh rasanya jika Ramadhan jadi lahan komersialisasi agama. Tak ada batasan jelas memang untuk media meraup Rupiah di bulan berkah ini, tapi jika dipelototi banyak juga acara yang asal rame bahkan nyaris tak senada dengan betapa agungnya Ramadhan. Mestinya KPI sigap dengan fenomena ini.
Tengok saja acara sahur di dalamnya hanya hiburan-hiburan tidak patut dengan humor kelewatan berhias hadiah jutaan. Secara tak langsung tontonan ini lambat bahkan cepat akan jadi tuntunan masyarakat, benar-benar sedikit yang mendidik.
Pernah ada seorang ayah yang prihatin dengan keadaan ini, sampai-sampai jika anaknya melihat tayangan-tayangan humor itu sang ayah terus mendampingi anaknya agar tidak mencontoh (nyaris semua) tayangan tersebut. Maklum saja jika sampai seperti itu, karena tak dipungkiri acara tersebut isinya hanya melulu melecehkan, merendahkan martabat manusia, dan semua itu menjadi bahan lawakan yang seakan di bawakan dengan tanpa dosa. Ya, akui saja.
Ayo KPI, mana tongkat gembalamu? Giring mereka ke Mesjid terdekat, lalu suruh MUI latunkan (jika perlu teriakkan) Adzan ke telinga mereka semua.

Sebuah Awal

Ini adalah hidangan pembuka, sebagai awal untuk karya-karya bermuat pesan-pesan berguna, beraroma sastra, atau juga curah hati saya. Jadi, nikmati saja. Nanti jika Anda bertamu, kujamin Anda kujamu dengan ramah. Ini adalah Sebuah Awal. Selamat datang di Blog milik Munawir Ghozali.